Ustadz Abdul Somad, Da’i Sejuta Viewers

by Etta Adil | Rabu, Mei 23, 2018 | 757 views
Ustadz Abdul Somad (UAS)

Ustadz Abdul Somad (UAS)

SETIAP orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Karena itu setiap orang bisa mengeksplorasi kemampuan dan kapabilitas keilmuan yang dimilikinya dengan mudah sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  saat ini. Kepopuleran Ustadz H. Abdul Somad, Lc., MA adalah salah satu contohnya yang luar biasa, yang menikmati buah dari perkembangan TIK tersebut. Tentu ini bukan saja kerja Ustadz asal Pekanbaru tersebut tapi kerja cerdas dan apik dari tim dakwah yang mendukungnya, pekerja sosial media yang menggandrungi ceramahnya serta ummat Islam yang menemukan nuansa baru dari dakwahnya yang mencerahkan.

Apapun itu, kini Ustadz Abdul Somad sudah menusantara dengan dakwahnya yang disenangi jutaan ummat. Ustadz Abdul Somad sudah berkeliling Indonesia memenuhi undangan ceramah dan dengan sendirinya menjadi muballigh sejuta ummat. Meski secara pribadi menolak untuk disebut seperti itu,  karena label tersebut sudah melekat pada KH. Zainuddin MZ (almarhum). Dengan bercanda, ustadz Alumni Universitas Al Azhar Mesir tersebut menyebut dirinya adalah Da’i Sejuta Viewers.

Di setiap ceramahnya, bejibun orang memadati mesjid, jalan dan tanah lapang. Ustadz Abdul Somad hadir mengobati kerinduan ummat akan ceramah yang sejuk dan mencerahkan, sekaligus tegas dan membangkitkan semangat. Bagi penulis, sosok Ustadz Abdul Somad boleh dibilang perpaduan dari  KH Zainuddin MZ dan Buya Hamka, dari segi penguasaan panggung dan retorika bahasa sastrawi. Tak bosan jamaah mendengarnya. Keseluruhannya bernas, termasuk humornya adalah humor yang berkelas, bisa dinikmati pelajar, akademisi dan masyarakat umum.

Banyak kalangan mengapresiasi dengan baik ceramah-ceramah Ustadz Abdul Somad, dari Ketua MPR RI, Pejabat, sesama Ulama, Pelajar dan Mahasiswa, Akademisi sampai komunitas artis baru hijrah. Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan termasuk penggemar setia ceramah UAS. “Saya termasuk pendengar setia ceramah beliau Ustadz Abdul Somad. Kalau macet, perjalanan jauh, bahkan mau tidur saya sempatkan buka video Ustadz Somad di Youtube atau Facebook. Banyak ilmu baru dari ceramahnya yang sejuk tapi tetap tegas”, ungkapnya.  Ustadz Abdul Somad sendiri menurut pengakuannya dalam banyak ceramahnya, tidak pernah membeda-bedakan tempat dan siapa yang mengundangnya. Hanya saja jadwalnya sudah terisi sampai April 2020 dan itulah alasannya mengapa Tim Manajemennya menolak dengan halus dan berupaya memberi pengertian.

UAS bersama Buya Yahya (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Buya Yahya (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Dr. KH Zaitun Rasmin, Lc,MA. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Dr. KH Zaitun Rasmin, Lc,MA. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Ustadz Salim A Fillah(sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Ustadz Salim A Fillah(sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Ustadz Yusuf Mansur. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Ustadz Yusuf Mansur. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Prof Dr Amien Rais. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Prof Dr Amien Rais. (sumber foto: IG UAS)

***

Ustadz Abdul Somad lahir pada hari Rabu, 30 Jumadal-Ula 1397 Hijriah, bertepatan dengan 18 Mei 1977. Ustadz yang seringkali membumbui ceramahnya dengan humor yang menyegarkan dan bernas ini lahir di Silo Lama, Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara. Riwayat Pendidikannya dimulai  SD Al-Washliyah Medan (1990),  MTs Mu’allimin al-Washliyah Medan (1993), Pesantren Darul Arafah Deli Serdang Sumatera Utara selama satu tahun sebelum akhirnya pindah ke Riau Pekanbaru dan melanjutkan sekolahnya di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu (1996).

Pada Tahun 1996–1998, Ustadz Abdul Somad  kuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau sebelum memperoleh beasiswa S1 untuk kuliah di  Universitas Al-Azhar Mesir(1998-2002) dan  beasiswa S2 dari AMCI (Agence d’Etudes Superieure Approfondi) di Darul al-Hadith al-Hassania Institute, Maroko (2008).

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad bersama Syekh Sayyid Usamah Mansi al-Hasani al-Maliki. Salah satu guru darinya UAS mengambil sanad dan khataman Kitab Hadits Sunan Attirmidzi. (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Ustadz Abdul Somad (sumber foto: IG Ustadz Abdul Somad)

Tentang Pendidikannya di Mesir dan Maroko ini, dalam video ceramahnya yang tersebar di Youtube, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa bahwa dirinya merupakan salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa yang dibuka oleh Pemerintah Mesir untuk orang indonesia belajar di Universitas Al-Azhar mengalahkan 900-an orang lainnya. Ustadz Abdul Somad mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan.

Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyatakan bahwa, “Sombong kepada orang sombong adalah sedekah”. Hal itu diungkapkannya terkait adanya segelintir orang yang meremehkannya. Ungkapan miring seperti itu dijadikannya sarana muhasabah, dalam banyak ceramahnya seringkali mengatakan, “Apalah Abdul Somad”. Meski begitu, Ustadz yang rendah hati dan berpenampilan sederhana tetap terbuka dengan mengungkapkan riwayat perjuangannya mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.

UAS menerima beasiswa kuliah S1 di Universitas Al Azhar Mesir. Foto saat dilepas di Departemen Agama (sumber foto: IG UAS)

UAS menerima beasiswa kuliah S1 di Universitas Al Azhar Mesir. Foto saat dilepas di Departemen Agama (sumber foto: IG UAS)

UAS di Istanbul, Turki (sumber foto: IG UAS)

UAS di Istanbul, Turki (sumber foto: IG UAS)

Ustadz Abdul Somad menuturkan sendiri bahwa Pada tahun 2004, Kerajaan Maroko menyediakan 15 beasiswa bagi pendidikan S2 di Institut Daar Al-Hadits Al-Hassania yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing. Abdul Somad pun terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan 5 orang asing tersebut melalui jalur beasiswa S2 yang diselesaikannya dalam waktu 1 tahun 11 bulan.

Pasca lulus dari Maroko, Ustadz Abdul Somad hingga saat ini aktif mengabdikan diri ke berbagai lembaga dan medan pengabdian, diantaranya sebagai Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Dosen Tafsir dan Hadis di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau, Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam  (STAI) Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru, Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode 2009–2014, Anggota Badan Amil Zakat (BAZ) Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode 2009–2014, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode 2009–2014.

Dakwah Ustadz Abdul Somad juga diterima dengan baik di Malaysia dan Brunei Darussalam. Foto UAS dengan Pejabat Negara Brunai usai berdakwah di negara tersebut. (sumber foto: IG UAS)

Dakwah Ustadz Abdul Somad juga diterima dengan baik di Malaysia dan Brunei Darussalam. Foto UAS dengan Pejabat Negara Brunai usai berdakwah di negara tersebut. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Habib Umar al-Hafidz. (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Habib Umar al-Hafidz. (sumber foto: IG UAS)

UAS saat dipakaikan sorban "imamah" oleh Sayyid Ahmad bin Muhammad ibn Alawy al-Hasani al-Maliki, Ulama Aswaja terkemuka di Mekkah, Saudi Arabia. (foto: IG UAS)

UAS saat dipakaikan sorban “imamah” oleh Sayyid Ahmad bin Muhammad ibn Alawy al-Hasani al-Maliki, Ulama Aswaja terkemuka di Mekkah, Saudi Arabia. (foto: IG UAS)

Ustadz Abdul Somad memiliki ciri khas yang jarang dimiliki seorang pendakwah, yaitu  mampu mengulas berbagai macam persoalan agama dengan referensi fikih, hadits dan sejarah yang sangat kuat.  Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik diselingi humor yang segar  membuat banyak jamaah yang menyukainya.  Ulasannya cerdas,  lugas, dan bernas ditambah lagi retorika dakwah yang mudah dicerna dan dipahami. Ustadz Abdul Somad  juga banyak yang membahas mengenai masalah-masalah kekinian, nasionalisme dan berbagai masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.

UAS Bersama KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan TGB. (foto: IG UAS)

UAS Bersama KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan TGB. (foto: IG UAS)

UAS bersama Dr Zainul Majdi TGB. (foto: IG UAS)

UAS bersama Dr Zainul Majdi TGB. (foto: IG UAS)

UAS bersama Ustadz Adi Hidayat (sumber foto: IG UAS)

UAS bersama Ustadz Adi Hidayat (sumber foto: IG UAS)

Ustadz Abdul Somad selain telah menuliskan beberapa buku yang menjadi best seller di kalangan ummat islam, di antaranya “Buku 37 Masalah Populer” dan Buku “99 Pertanyaan Seputar Sholat”, juga aktif menerjemahkan buku-buku Islam berbahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia. Buku atau Kitab yang telah diterjemahkannya tersebut antara lain:

  1. Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.
  2. 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli : 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.
  3. 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam – Jakarta, Desember 2004.
  4. 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR.Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats,Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.
  5. 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004
  6. Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli : Syahr al-‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.
  7. Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.
  8. Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.

Ustadz Abdul Somad tak pernah merasa puas dengan pengetahuan, gelar dan pengalaman yang telah ditempuhnya. Hal ini membuktikan bahwa dirinya benar-benar ‘penggila’ ilmu yang mau terus belajar, berburu sanad keilmuan serta mengasah ulang pemahamannya dengan terus berguru kepada syekh-syekh yang menjadi referensi ilmu khusus atau kitab tertentu.

Tabligh Akbar UAS di Mesjid Raya Sultan Ahmadsyah, Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara. (sumber foto: IG UAS)

Tabligh Akbar UAS di Mesjid Raya Sultan Ahmadsyah, Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara. Jamaah membludak sampai memenuhi ruas jalan di sekitar Mesjid Raya. (sumber foto: IG UAS)

Terakhir kali, penulis menonton video Ustadz Abdul Somad via Channel Youtube, saat ceramah di Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara, penulis sampai pada kesimpulan bahwa beliau juga sudah sampai pada tingkat emosional yang matang. Ceramahnya berapi-api, tergambar emosionalnya saat mengetahui ada satu dua orang yang menolak dirinya berceramah di tempat itu, namun dengan sangat matang beliau mampu menguasai dirinya dan hebatnya, tetap dengan bahasa dan retorika dakwah yang mengesankan. Masya Allah, Jamaah juga terpuaskan dengan kehadiran dirinya yang memang sudah dirindukan.

Barakallahu Ustadzuna. Barakallahu fi umriik.

Barakallahu Ustadzuna. Barakallahu fi umriik.

Like it? Share it!

2 Comments so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response