Beranda Cerita Rakyat Cerita Rakyat: Sitti Naharira (13)

Cerita Rakyat: Sitti Naharira (13)

Foto/ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Foto/ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Oleh: H. Djamaluddin Hatibu

Tulisan sebelumnya: Cerita Rakyat: Sitti Naharira (12)

PALONTARAQ.ID – Sepeninggal tukang kebun, raja bersama permaisuri bercengkrama di mahligai kebesarannya. Mereka begitu terkesan dengan apa yang baru saja mereka alami.

“Sungguh kita telah berhutang budi pada istri tukang kebun itu, dia tidak menginginkan bayaran dari semua barang yang kita terima. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk membalas kebaikan mereka?” tanya raja.

“Paduka yang lebih mengetahui”  jawab permaisuri.

“Memang benar, tapi ada baiknya jika permaisuri menyampaikan juga isi hati” bujuk raja.

“Baiklah Paduka, bagaimana kalau kita beri sebidang sawah untuk memenuhi keperluan hidupnya dan akan lama dia kenang pemberian itu” ujar permaisuri dengan penuh semangat.

Raja menyambut gembira usul permaisuri.

“Itulah yang jadi” kata raja sambil menatap permaisuri tanda setuju.

Selanjutnya raja memerintahkan pesuruh kerajaan untuk menghadirkan sullewatang guna mengurus surat-surat tanah pemberian raja kepada Sitti Naharira. Salawatan pun bergegas menghadap raja. Setelah segala urusan tanah selesai mulailah salawatan menyampaikan maksudnya.

“Maaf Tuangku Raja, hamba punya usul. Bagaimana kalau tukang kebun ini kita angkat menjadi lo’mo di Labuang?” usul sullewatang

Usul sullewatang ternyata disambut baik oleh raja.

“Baiklah mulai saat ini tukang kebun itu diangkat menjadi lo’mo dan mendapat gelar Lo’mo Labuang dengan demikian sapaan ke beliau bukan lagi tukang kebun tetapi Lo’mo Labuang” demikian titah raja.

Keesokan harinya dikumpulkanlah gelaran untuk mendengarkan titah raja lewat sullewatang  tentang pengangkatan Lo’mo Labuang.

Selanjutnya Sullewatang menyampaikan juga hal tersebut kepada Sitti Naharira bersama suaminya termasuk soal pemberian sepetak sawah oleh Raja.

Berulang kali Sitti Naharira mengucap syukur kepada Allah atas berita baik itu demikian juga suaminya tak lupa pula ucapan terima kasih juga disampaikan kepada raja atas segala kebaikan hatinya. Mendapat hadiah dan jabatan membuat keluarga ini semakin bijak.

“Saya mintadari hati Kakanda yang paling tulus jangan sekali-kali tinggi hati apalagi takabur dan bermulut lancang kepada sesama makhluk. Mintalah selalu petunjuk kepada Allah agar ditunjukkan jalan keselamatan di dunia dan di akhirat” pesan Sitti Naharira kepada suaminya.

Apa yang disampaikan oleh Sitti Naharira disimak dengan baik oleh Lo’mo Labuang. Dibuktikan dalam tingkah laku dan tutur katanya kepada sesama manusia sehingga orang semakin hormat kepada mereka.

Atas izin Allah semakin hari kehidupan mereka semakin sejahtera demikian pula keimanannya kepada Allah semakin meningkat.

 

Bersambung ……

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT