Beranda Akademia Welin Kusuma dan 29 Gelarnya

Welin Kusuma dan 29 Gelarnya

Welin Kusuma menunjukkan Ijazah Akademiknya. (foto: ist/palontaraq)
Welin Kusuma menunjukkan Ijazah Akademiknya. (foto: ist/palontaraq)

Laporan:  Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Percayakah anda kalau ada seorang pemuda memiliki 29 gelar, akademik dan non akademik, dan semua gelar itu diraihnya dalam kurun waktu 13 tahun dengan mengambil kuliah di berbagai universitas dalam waktu yang sama.

Gelar-gelar berikut hanya dimiliki oleh seorang, bukan oleh 29 orang.  Percayakah anda? Satu orang menggondol 29 gelar dan kesemuanya dari disiplin ilmu yang beragam dan dari tingkatan S1, S2, dan Profesi.

Gelar akademik  biasanya dimiliki seseorang itu jumlahnya tak lebih dari lima, mulai dari tingkat sarjana, master, doktor hingga profesor. Memperoleh gelar 3 saja butuh perjuangan yang ekstra dari waktu, pikiran hingga biaya. Lantas bagaimana dengan pemuda Indonesia yang memiliki gelar akademik sebanyak 29?

Welin Kusuma adalah orangnya. Di usia 36 tahun, Welin (kelahiran 8 Maret 1981) sudah mengantongi 29 gelar.  “Saya meraih 29 gelar,  11 gelar S1, 3 gelar S2, dan 15 gelar profesi,” ujar Welin yang mengungkapkan bahwa pernah pada satu semester waktu kuliah di berbagai universitas, ia mengambil 111 SKS.

Lihat juga: Rusdi Saleh: Mengajar adalah Kehormatan

Bila ditulis gelarnya maka akan menjadi Welin Kusuma, ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, SAkt, SIkom, SIP, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA, CBV.

Welin Kusuma menunjukkan gelar certifiednya. (foto: ist/palontaraq)
Welin Kusuma menunjukkan gelar akademik dan certifiednya. (foto: ist/palontaraq)

Berikut rincian  gelar yang diraih Welin Kusuma tersebut:

  1. Sarjana Manajemen Ekonomi (SE) besar di STIE Urip Sumoharjo, 2001
  2. Sarjana Teknik (ST) Universitas Surabaya (Ubaya), 2004
  3. Sarjana Hukum (SH) Universitas Airlangga 2002
  4. Sarjana Administrasi Publik (S.Sos) Universitas Terbuka (UT) Surabaya, 2002
  5. Sarjana Teknik Informatika (S.Kom) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), 2002
  6. Sastra Inggris (SS) Universitas Kristen Petra, 2003
  7. Sarjana Administrasi Publik (SAP)
  8. Sarjana Statistik (S.Stat)
  9. Magister Teknik Industri (MT) Insitut Teknologi Surabaya (ITS), 2004
  10. Master Ilmu Manajemen (MSM) Universitas Airlangga (Unair)
  11. Magister Notaris (MKn) Universitas Airlangga (Unair)
  12. Perencana Keuangan Terdaftar, Indonesia (RFP-I)
  13. Pengembang Merek Profesional Bersertifikat (CPBD)
  14. Manajemen Produk Profesional Bersertifikat (CPPM)
  15. Perencana Keuangan Bersertifikat (CFP)
  16. Afiliasi Manajer kekayaan (AffWM)
  17. Konsultan Perpajakan Bersertifikat (BKP)
  18. Perencana Keuangan Berkualitas (QWP)
  19. Sumber Daya Manusia Profesional Bersertifikat (CPHR)

Lihat juga: Ahmad Anshari:  Tiada Hari tanpa Melukis

Disamping 19 gelar diatas ia juga memegang 10 professional designations, yaitu:

  1. Registered Financial Planner Indonesia (RFP-I)
  2. Certified Professional in Brand Development (CPBD)
  3. Certified Professional in Product Management (CPPM)
  4. Certified Financial Planner (CFP®)
  5. Affiliate Wealth Manager (Aff.WM)
  6. Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP)
  7. Qualified Wealth Planner (QWP™)
  8. Certified Professional Human Resource (CPHR®)
  9. Indonesia Certified Professional Marketer (ICPM)
  10. Associate Estate Planning Practitioner (AEPP®)
  11. Obtaining WAPERD, WPPE, Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE)
  12. Wakil Manajer Investasi (WMI)
  13. Advocate Examination of PERADI dan KAI
  14. Ujian Sertifikat Konsultan Pajak (USKP) Brevet A.

Karena keberhasilannya itu, Welin Kusuma ini mendapat sorotan media asing. Situs Weird Asia News melaporkan kisah Welin dalam artikel berjudul “Young Man Earns 19 Degrees and Titles in Only 13 Years.  Welin juga dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pemuda Indonesia yang memiliki banyak gelar akademik.

Meraih penghargaan MURI, Pemuda dengan gelar akademik terbanyak. (foto: ist/palontaraq)
Meraih penghargaan MURI, Pemuda dengan gelar akademik terbanyak. (foto: ist/palontaraq)

Menjawab berbagai keheranan orang akan prestasinya itu, Welin menyebutkan bahwa dirinya mengambil kelas paralel. Artinya, ia berkuliah di beberapa universitas sekaligus. Setiap hari, pria ini belajar dari satu kampus ke kampus lain.

Setiap semester saya maksimal mengambil 5 jurusan sekaligus. Dalam 2002 sampai 2005, rata-rata saya mengambil 100 SKS per semester. SKS terbanyak yang pernah saya ambil 111 SKS,” kata Welin.

Lihat juga: Hamzah Leo, Hidup untuk Menjadi Wartawan

Dengan kuliah di 5 jurusan sekaligus, Welin mengikuti kelas dari pagi hingga malam. Ia menyiasati untuk mengambil 2 jurusan pada pagi atau siang hari, 1 jurusan pada sore atau malam hari, 1 jurusan pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu), dan 1 jurusan di universitas terbuka tanpa kuliah tatap muka.

“Setelah selesai kuliah, pada malam hari saya mengerjakan tugas-tugas. Kadang-kadang saya mengerjakan tugas bila ada kuliah yang dibatalkan atau di waktu kosong di sela-sela kuliah.”

“Setiap hari saya bolak balik dari satu kampus ke kampus lain. Lokasi kampusnya di lokasi yang berbeda-beda dan butuh sekitar 30 menit untuk pindah dari satu kampus ke kampus lainnya,” jelas Welin.

“Pernah ada waktu kuliah yang bentrok di perguruan tinggi yang berbeda. Padahal jarak perjalanan dari satu perguruan tinggi ke perguruan tinggi lainnya cukup lama sekitar 30 menit.”

“Terpaksa saya meminta izin pulang duluan ke dosen saya 30 menit sebelum kuliah berakhir. Kemudian di perguruan tinggi lain, saya tidak boleh masuk kuliah karena terlambat lebih dari waktu yang diperkenankan. Untung saja, saya terlambat tidak lebih dari 25% dari seluruh kuliah tatap muka sehingga saya masih diperkenankan mengikuti ujian semester,” papar Welin.

Ketekunan adalah ibu dari semua keberuntungan, begitu kata Benjamin Franklin. Kunci suksesnya adalah Belajar, belajar, dan belajar. Kapan liburnya? Saya baru bisa traveling di saat liburan semester,” ujarnya. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...